Saturday, December 23, 2017

VIRUS PADA DUAT

1. Penyakit hati - riya', ujub, sum'ah, takabbur
2. Penyakit merasa berjasa
3. Penyakit merah jambu
4. Penyakit futur yang berpanjangan


Friday, December 1, 2017

KISAH UKHUWAH

Sebuah kisah ukhuwah yang mengharukan. *Copy paste*


* * * * *
Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.

Tiba-tiba datanglah tiga orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !"Umar segera bangkit dan berkata :"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya,"
kata Umar.Pemuda lusuh itu kemudian mulai bercerita:

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."


"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu,"kata pemuda yang ayahnya terbunuh."Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh."Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat," ujarKhalifah.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala. "Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa."

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh tiga hari. Aku akan kembali untuk diqishash."

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".

"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", kata dia. Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :

"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin."Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah."Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

Itu dia! teriak Umar.

Dia datang menepati janjinya!.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin.. ujarnya dengan susah payah,

Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu....

Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..

Demi Allah, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang? tanya Umar.

Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji... jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab :" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya.

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.Allahu Akbar!, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu.

Semua orang tersentak kaget.Kalian... ujar Umar.

Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..? Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya.

Allahu Akbar! teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.

Sumber : kitab : I'laam al-Naas Bi Ma Waqa'a Lil Bara.

Link asal: http://m.inilah.com/news/detail/2274487/keikhlasan-umar-salman-dan-seorang-pembunuh

Wednesday, November 29, 2017

BERUSAHALAH

Berusahalah!
Bukan saja agar terus terpilih, TETAPI...
Berusahalah!
Agar manusia merdeka dari menjadi hamba dunia & hamba sesama manusia kepada menjadi hamba Tuhan yang Satu. Agar hanya Allah yang dituju. Kembali kepada fitrah- menjadi hamba bertuhan bukan hamba bertuan. Sampai kita semua menjadi manusia yang rabbani (God consciousness).
Berusahalah!
Agar rahmat Islam sampai ke seluruh pelosok & terselamat dari fitnah media & musuh islam. Agar nasib umat islam terbela dari manusia-manusia zalim. Sampai panji Islam tertegak! Sampai panji taghut & kezaliman tumbang!
Berusahalah!
Agar CINTA kembali ke posisinya.

Berusahalah...
berusaha dan terus berusaha



"Orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." Ankabut 29: 69

Thursday, November 23, 2017

PUNDAK

Buku-buku yang meraung minta dibaca, exam yang melambai-lambai, rutin mingguan yang padat, kerja-kerja yang tertangguh, perasaan yang mengundang.

Bahu yang menampung beban ini, tak lagi berdaya memikulnya. Sebaliknya ia mula menjadi bebanan yang mula menghempap tubuh yang lemah dan hina ini. Perlahan-lahan.

Belum lagi untuk membina diri, dan membina adik-adik yang menjadi amanahku. Memberi, memberi, memberi namun tak menerima.
Belum lagi permintaan ibu bapa yang menunggu giliran dilaksanakan.

Bolehkah aku menangis? Sebentar saja. Sekadar melepaskan sesak di dada. Aku tak sekuat senyum yang terukir.

--Manusia, bukan superman.

Thursday, November 16, 2017

GROUP KORBAN

Tanya lah mana-mana batch kat Volgo ni, mesti ada satu group syurga, satu group korban. Apa benda tu? haha..

Group syurga ni jalan dia mudah. Susunan cycle cantik, cikgu baik-baik, kelas ruski tak pernah sabtu dah tu cikgu chill-chill je. Sabtu sokmo je cuti. Banyak masa lapang. dll.
Group korban ni haa...korang terbalikkanlah yang atas tu hahaha >,<

Benda kecil je. Tapi kalau kau dah lalui ni bertahun-tahun, mesti ada perasaan cemburu tu. Ibaratnya macam sorang kerja sorang tak kerja tapi dua-dua dapat gaji sama. Akan ada beberapa waktu, kita mula ungkit & membandingkan. Sampai satu masa nak fikir pun penat dah.

"Uba if there is God then why He let us like this?"

Barangkali dia sudah terlalu penat hingga soalan itu terkeluar. Barangkali dia sudah mencuba sehabis mampu namun hanya kegagalan yang diperoleh. Barangkali jiwa manusiawi dia tergugah saat merasa diri lemah.
Bukankah manusia itu terbatas? Dengan keterbatasan itu kita memerlukan Tuhan. Ironinya andai dalam kebutuhan ini kita masih keliru 'siapakah tuhan'. Ke mana kecenderungan, kecintaan & kebergantungan hati kita? Di mana posisi ilah kita? Selain Allah kah?

Beruntung kita bertuhankan Allah. Yakni dengan sebenar-benar ubudiyyah. Perhambaan yang membebaskan.

Kita punya Allah untuk hiburkan hati. :)

Untuk yang ditimpa sumpahan group korban ni, sabor je lah. Hahaha. InshaAllah moga dengan kesabaran itu ada ganjarannya :)




Beruntunglah dipilih untuk diuji!

Saturday, October 14, 2017

FIGHTING

Akhi,
dahulu ketika bebanan ini berat rasanya ditampung, pedihnya hati ini rasa dikhianati, terhentak dengan ujian ukhuwah-- kau lah yang 'dihantar' memberi motivasi. Semenjak itu aku ibarat disuntik semangat baru untuk terus bergerak. Bagaikan tak mengenal erti henti..

"aku give up"

ironinya apabila engkau yang mengeluarkan kata ini, aku hanya mampu diam. Tidak ada kata-kata terlintas untuk aku hiburkan jiwamu yang sedang berduka itu. Namun alangkah indahnya andai waktu itu Allah mampukan aku untuk bercerita kisah Surah Yusuf, ataupun tadabbur surah Mudatsir, atau semudah menceritakan kisah Mus'ab bin Umair.

Hanya doa dapat dititipkan dalam hati untuk kau terus kum fa'anzir

Jalan ini, panjangnya memang. Beratnya memang. Syukur kita tidak disuruh sampai ke hujung, namun hanya diminta berjuang & mati di atasnya. Carilah mutiara-mutiara hikmah & kisah-kisah inspirasi untuk memujuk hati saat digoncang & dihentak-hentak.

Jalan ini, tarbiyahnya melahirkan jiwa-jiwa pejuang. Untuk seorang yang sungguh-sungguh berjuang, berputus asa itu bukan perkara yang mudah.

Sentiasa berusaha!

Monday, September 25, 2017

...

Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa kecewanya dengan diri sendiri hari ini. Aku orang paling celaka kat bumi ni. Peluang Allah bagi dah banyak kali. Bahkan persiapan & fikiran selama ini banyak berpusat pada usaha ini. Tak sangka aku sendiri yang menghancurkan semua ni hha..

Aku dah gagal. Menggagal & digagalkan semua benda lah..

Satu demi satu hasil yang aku usahakan, tumbang. Dengan komitmen & tanggungjawab yang ada, entah apa pula seterusnya. Tapi aku harap inilah yang terakhir sejak firasat tempoh hari. Wahai Allah yang Maha Kuasa.

Barangkali aku dipilih untuk berada di atas jalan ini untuk akhirnya dibinasakan, mungkin itu agak keterlaluan. Namun peluang untuk pernah bertapak di atas jalan ini aku patut bersyukur. Cuma aku banyak lalai & leka. Aku tak ikhlass. Aku tak cukup berusaha.

Cukuplah ke-fumble-an aku hari ini menjadi tambahan deraan perasaan untuk aku menatap kebodohan & kecelakaan diri sendiri. Selain ketidakmampuan untuk beruzlah kerana kondisi yang tak mengizinkan. Selain ketidakmampuan untuk bangun malam walau alarm setiap 10min kerana dosa & lalai taanpa noktah.

Aku minta maaffffffffff


Thursday, September 21, 2017

Dia tidak akan meninggalkanmu


فَقَالَتْ لَهُ آللَّهُ الَّذِي أَمَرَكَ بِهَذَا قَالَ نَعَم
"Adakah Allah yang memerintahkan engkau tentang ini?"

Apa yang ada pada hatinya adalah keyakinannya ketika beliau pergi ke tanah yang serba gersang, dan menerima segala apa yang berlaku dan bertawakal ke atas Tuhan yang Menjadikan segala sesuatu.

إِذًا لاَ يُضَيِّعُنَا
"Jika begitu, Dia (Allah) tidak akan mensia-siakan kita"

maka inilah husnu dzon kepada Allah yang diajarkan kepada kita dari susuk tubuh itu. Maka sesungguhnya inilah hadiah bagi mereka yang menghadapi segala kemungkinan dengan lapang dada, malah ia juga sebagai berkat ke atas umat islam seluruhnya.

Subhanallah

Thursday, September 7, 2017

Оставай

Можно просить, ты сам откуда? 
(Boleh tanya, kamu dari mana)

Я из Малайзии 
(Saya dari Malaysia)

Чё там интересно? 
(Apa yang menarik di sana?)

У нас много пляж, красивые 
(Kami ada banyak pantai, cantik-cantik)

Ищи девушку, женись, оставай здесь и получи граждан  
(Kahwin je kat sini, stay sini & dapat kerakyatan)

*senyum*
(Buat kali kedua aku tersentuh.)

Masakan tak tersentuh & terharu bila seseorang meminta kita untuk...stay

Begitulah soalan spontan pembaiki printer kepada aku. Namanya Oleg, kot hha lupa & tak pernah tanya pun. Printer kepunyaan aku yang ke-6 sejak mula buat bisnes kecil-kecil 3 tahun lepas. Jadi kedai printer ni dah jadi rumah ke3 dah. Ulang alik hampir setiap 2-3 minggu. Jadi cam ada rapport lah dengan dia. Hari ni juga dapat servis baiki percuma. alhamdulillah. :)

Kali pertama tersentuh, dulu aku pernah argue dengan boss dia sebab rasa macam harga kena 'mark-up' lebih. Disebabkan keterbatasan bahasa - masa tu aku tahun 2 - jadi aku mengalah je. Keluar je kedai si Oleg ni kejar aku bagi nombor dia. Katanya lain kali call dia je kalau ada masalah sebab bos dia memang suka mark-up harga. Nampak kejujuran dia di situ.

а ты когда закончишься?
(kamu bila habis?)

ещё год
(setahun lagi)

Tapi timbul juga rasa terkilan yang mendalam. Biasanya perpisahan yang diyakini pertemuan semula di Sana, kurang sikit kesedihannya. Menjadi muslim itu ibarat visa masuk ke syurgaNya. Malangnya Oleg belum muslim :(
Sedih dengan diri sendiri tiada kudrat & daya untuk mengajak dia ke keluasan Islam. Tak mampu menyentuh dia sebagaimana dia pernah menyentuh hati aku dengan nilai.



Moga Allah memberi hidayah padanya.